KOMUNITAS PERSATUAN INTERDENOMINASI GEREJA YANG MEMPERJUANGKAN TERJADINYA KEBANGUNAN ROHANI

PERSPEKTIF PROFETIK 2024 (Bagian 1) : MENCEGAH PROSES PEMBUSUKAN ATAU IKUT MEMBUSUK

Posted By passion for revival on Rabu, 27 Desember 2023 | 11:38 AM


Oleh Didit I.

Kita perlu bersyukur atas kebaikan yang telah dilakukan dan dilimpahkanNya atas kehidupan umatNya serta atas pemerintahan di sepanjang tahun 2023. Bangsa kita dihindarkan dari berbagai potensi goncangan ekonomi global, potensi kerusuhan yang disebabkan ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, potensi kerusuhan yang disebabkan perbedaan antar agama, potensi bertambahnya korban bunuh diri dalam jumlah yang lebih besar, potensi terjadi lebih banyak pembunuhan/melukai orang-orang di jalan-jalan yang dilakukan oleh anak-anak muda. Bangsa kita juga telah dihindarkan dari upaya elit² politik yang berusaha menjebak, melengserkan penguasa di pemerintahan dan berusaha menunjukkan jumlah pengikut atau pengaruhnya kepada pemerintah dan hal tersebut berotensi menimbulkan kerusuhan, aksi balas dendam seperti penyerangan atau pembantaian terhadap antar agama, partai² politik, dll. Meskipun demikian, Tuhan menjelaskan bahwa bangsa kita dari tahun ke tahun masih BERPOTENSI  MENGULANG sejarah yang kelam SAMPAI KITA MAU berhenti diadu domba, berhenti menjadi pendukung-pendukung buta manusia/lembaga agama tertentu/doktrin agama tertentu/denominasi gereja tertentu DENGAN CARA mau belajar, memperbaiki diri, menempatkan diri kita sesuai dengan fungsi/peran kita dalam tubuh Kristus serta mengajarkan kepada para pemimpin di generasi muda terkait dampak buruk bahkan menghindari dan menyelesaikan berbagai ketidakadilan, pembantaian, termasuk persaingan politik dengan cara² yang tidak sehat.

Oleh karena itu bangsa kita sangat berpotensi tergelincir jatuh dalam berbagai masalah dan malapetaka maka kita perlu keluar dari kebiasaan gaya hidup yang lama, pola pikir yang lama, cara-cara yang lama dalam mengembangkan pelayanan/ mengerjakan pekerjaan sekuler yang diawali dengan mencari, menyelidiki, sampai mengerti dan menjadikan kehendak/rencana Tuhan sebagai prioritas utama menjadi arahan, petunjuk kita dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan hidup di tahun 2024


BAYANG-BAYANG KEGELAPAN DAN PARA PENDUKUNG BUTA
Memasuki awal Oktober 2023 saat saya sedang membaca dan merenungkan firman Tuhan kemudian Tuhan memperlihatkan sebuah penglihatan,

Tampak dihadapan saya sebuah tempat yang gelap seperti jalan disertai lorong-lorong dalam goa. Udara terasa lembab. Dinding dan lantai tampak ditumbuhi lumut. Yang mengejutkan adalah orang-orang yang berjalan di lorong-lorong tersebut juga saling melemparkan benih-benih kecil seperti beras berwarna hijau dan agak kecoklatan (Tuhan menjelaskan bahwa yang ditaburkan adalah benih-benih lumut). Akibatnya jalan menjadi semakin licin (lihat Yeremia 23:12). Hal ini dapat menimbulkan dampak cidera yang fatal. Yang lebih aneh adalah di setiap lorong-lorong atap dan dindingnya terdapat akar-akar hingga ranting dari pohon yang menembus masuk ke dalam goa. Saya belum pernah melihat penampakan seperti ini. Ternyata ranting-ranting yang menembus bukan hanya sebatang kayu tetapi ranting yang memiliki daun-daun, bunga-bunga, buah-buah. Ternyata pohon tersebut adalah pohon kecubung yang sedang tumbuh di atas permukaan tanah di atas goa tersebut (dimana akar, tangkai, daun, bunga, buah, dan biji ditemukan oleh para ilmuwan mengandung senyawa alkaloid yang membuat seseorang dapat kehilangan kesadaran, berhalusinasi hingga kematian). Banyak orang merasa mual, muntah, lemas, berbaring dan kata-katanya meracau (tidak jelas). Mereka tampak berhalusinasi seperti saling membanggakan kebaikan di dalam goa atau saling membagikan impian akan tanah yang subur, indah atau saling mengeluhkan keadaan diri mereka dalam goa. Ada pula yang menjerit histeris lalu dengan ekspresi marah kemudian memukul tanpa sasaran yang jelas. Mereka telah dimabukkan oleh berbagai kehendak dan rencana pribadi masing-masing. Akibatnya bangsa kita BERPOTENSI mengalami kerusuhan, demo, pemberontakan, perang saudara di sepanjang tahun-tahun yang akan datang (termasuk tahun 2023 dan tahun 2024) SAMPAI kita mau mencari, menyelidiki, belajar, dipimpin Roh Kudus untuk hidup sesuai kehendak dan rencana Tuhan, bukan kepentingan/kesenanga pribadi (ego).

Alasan terbesar bangsa kita masih memasuki kegelapan disebabkan belum banyak orang yang benar-benar ingin keluar serta menghentikan gerakan dari para pemimpin (termasuk para pemimpin rohani) selama bertahun-tahun untuk memproduksi para pendukung buta. Selama kita belum terhubung, berkomunikasi, mengenal Tuhan secara pribadi, menjadi murid Kristus dan hidup sesuai panggilanNya maka kehidupan kita berpotensi menjadi pendukung-pendukung buta (seperti senantiasa membela/membanggakan segala hal yang kita kagumi kemudian menyerang, merendahkan bahkan sampai membunuh karakter atau menyingkirkan orang-orang yang telah dianggap berbeda pandangan dengan pendeta-pendeta, tokoh-tokoh masyarakat, pejabat pemerintah tertentu, tokoh-tokoh politik tertentu, agama, doktrin agama tertentu, ras, suku, budaya, warna kulit tertentu, kekayaan, filsafat tertentu dll). "Jalan yang licin dan gelap" dalam penglihatan menggambarkan "kondisi yang rentan atau berpotensi mengalami kekacauan, perselisihan, perpecahan atau kalaupun tampak bersatu tetapi masih memiliki kecurigaan (prasangka buruk) antara satu dengan yang lain." Harus ada orang-orang yang berkata BERHENTI TERHADAP KEBIASAAN HIDUP DI TEMPAT YANG GELAP INI dan MENUNJUKKAN GAYA HIDUP SEBAGAI MURID-MURID KRISTUS YANG SEJATI atau kita akan menghadapi berbagai potensi kerusuhan, demo, pemberontakan, perang saudara di bangsa ini.


KEBUTUHAN TAHUN 2024 : PANGGILAN UNTUK BERTOBAT, BERSERAH DAN BERTUMBUH DALAM KRISTUS
Di tahun 2024 kita akan melihat harapan yang baru saat kita mau menanggapi panggilanNya,

Tuhan memperlihatkan ada satu lorong dalam goa yang retak-retak (seukuran jari tangan dewasa) ditembus oleh cahaya matahari. Di lorong tersebut terdapat akar dan disekitarnya terdapat daun dan bau yang harum mirip seperti pohon cemara. Ternyata Tuhan menjelaskan itu adalah pohon Murad (dikenal tidak pernah menggugurkan daunnya, daunya selalu hijau dan memiliki aroma yang harum di segala musim). Artinya kehidupan murid-muridNya (yang mau belajar, hidupnya mau diubah, dibentuk, dirahkan sesuai kehendak dan rencana Tuhan) dapat menjadi anugerahNya untuk memanggil umatNya mendekat kepadaNya dan mencegah atau mengatisipasi bebagai peristiwa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan, demo, pemberontakan, perang saudara di bangsa ini, kegagalan, keputusasaan, kesepian, patah hati dalam menghadapi berbagai masalah, goncangan ekonomi, gangguan kesehatan, pengkhianatan dari orang terdekat (teman, suami, isteri, anak). Tuhan menjelaskan bahwa program-program yang baik, rutinitas ibadah dan pelayanan kita TIDAK DAPAT mencegah kebobrokan di bangsa ini. KITA PERLU menyerahkan segala kehendak dan rencana pribadi untuk kemudian mencari, menemukan, mengenali dan hidup sesuai kehendak, rencana Tuhan atas kehidupan kita. Hal ini digambarkan Tuhan dalam penglihatan seperti petunjuk jalan yang mengarahkan kita pada lorong goa  yang agak terang karena terdapat celah-celah yang ditembus oleh cahaya matahari. Petunjuk jalan tersebut memiliki ukiran yang menyala terang di dinding goa yang bertuliskan "Yesaya 55:6-9" yang mengatakan,

6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.


Inilah panggilan Tuhan atas kita (termasuk umatNya di bangsa ini) untuk bertobat, menyerahkan segala rancangan pribadi untuk kemudian beroleh anugerah Tuhan yang akan memulihkan gereja-gereja dan pemerintahan di bangsa ini. KITA DIPANGGIL TUHAN untuk mencegah terjadinya proses pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang egosi dengan menjadi murid-murid Kristus yang sejati, bukan pendukung-pendukung buta atas apa pun di dunia ini.


 
 
   
 
   
Blog, Updated at: 11:38 AM

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon TIDAK menggunakan kata-kata kotor atau kasar yang tidak memuliakan nama Tuhan. Terima kasih atas perhatiannya. Salam Revival!

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.